adanya ancaman serangan inggris secara besar besaran dari singapura membuat
Masihdi Singapura, Gotabaya Rajapaksa Disebut Akan Kembali ke Sri Lanka. Global. 28/07/2022, 09:45 WIB Rusia Kembali Tempatkan Pasukan Besar-besaran di Tiga Wilayah Selatan Ukraina. Global. 28/07/2022, 07:15 WIB 15 Quotes Romantis Bahasa Inggris dan Artinya, Cocok buat Girlfriend Day! Ramalan Shio Hari Ini, 28 Juli 2022: 4 Shio yang
Pihakyang terlibat dalam Perang Dunia II. Tanggal :1 September 1939 – 2 September 1945. Lokasi : Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur Tengah, Mediterania dan Afrika. Hasil : Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adidaya, terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang Dingin, mulai lepasnya negara-negara
DiPakistan, serangan oleh Amerika Serikat meningkat dari 4 serangan yang terjadi tahun 2007 menjadi 122 serangan pada tahun 2010. Kalau dijumlah dengan serangan drone di Somalia dan Yaman maka dalam rentang waktu 2002 hingga 2012 terdapat total 411 serangan, yang mana menimbulkan korban jiwa sebanyak 3.430 orang, dan 401 diantaranya adalah
adanyaserangan tapi baru ada ancaman akan adanya serangan saja sudah boleh Ini. Adanya serangan tapi baru ada ancaman akan adanya. School University of the Fraser Valley; Course Title MK 21; Uploaded By little001; Pages 19 This preview shows page 10 - 13 out of 19 pages.
PersoalanSelat Malaka–Singapura, pada mulanya, timbul karena adanya perkembangan yang penting di bidang perkapalan dan perubahan-perubahan dalam strategi militer secara global dari negara-negara besar. menetapkan untuk mengalihkan tulang-punggung pertahanannya di wilayah ini secara besar-besaran di daratan Asia menjadi
Vay Tiền Nhanh Ggads. - Kasus penolakan Ustaz Abdul Somad UAS di Singapura pekan lalu berbuntut panjang. Hingga kini pro dan kontra mengenai hal tersebut masih ramai dibicarakan masyarakat. Bahkan, umat Islam yang tergabung dalam Pembela Syariah Islam Perisai berbondong-bondong menyambangi Kedutaan Besar Singapura pada Jumat 20/5/2022. Mereka menuntut pemerintah Singapura meminta maaf karena telah menolak UAS masuk ke negaranya. Alih-alih meminta maaf, Pemerintah Singapura memutuskan buka suara dan menjelaskan sejumlah alasan mengapa mereka menolak Ustad Abdul Somad masuk ke negaranya. Menyadur Channel News Asia, berikut beberapa pernyataan Menteri Dalam Negeri Mendagri Singapura, K Shanmugam terkait alasan penolakan UAS masuk Singapura Baca Juga Perbandingan Harga Tiket Konser Coldplay di Singapura dan Indonesia, Murah Mana? 1. UAS Menyebarkan Ajaran Ektremis dan Segregasi Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan bahwa UAS telah dikenal sebagai pemuka agama yang menyebarkan ajaran ektremis dan segregasi. Menurut mereka, hal inilah yang tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. 2. Ancaman Serangan 9/11 Tekait penolakan yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura, media sosial diramaikan dengan tagar boikotsingapura hingga adanya ancaman-ancaman lainnya. Mendagri Singapura, K Shanmugam menyoroti beragam tuntutan dari sekelompok pendukung UAS yang muncul di media sosial. Di antaranya tuntutan agar Singapura segera minta maaf dalam waktu 48 jam hingga menyatakan bahwa Singapura merupakan negara Islamofobia. Baca Juga Jadwal Konser Coldplay di Singapura 4 Hari Berurutan, Catat Tanggalnya! Ia mengatakan ada pula ancaman bahwa akan adanya pengusiran Kedutaaan Singapura untuk Indonesia. Shanmugam juga mengungkap adanya ancaman pendukung UAS akan mengirim pasukan organisasi Islam garis keras yang akan membuat serangan seperti serangan 9/11 di New York. "Ancaman tersebut menyebutkan serangan 9/11 bakal dilakukan terhadap Singapura oleh pendukung seorang pengkhotbah yang dilarang memasuki negara itu UAS," ujar Shanmugam seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa 24/5/2022. 3. Pengaruh Ceramah Bom Bunuh Diri Shanmugam mengungkapkan, pada Januari 2020 lalu, Pemerintah Singapura pernah menahan seorang remaja berusia 17 tahun. Ia tersandung Undang-undang Keamanan Internal yang dimiliki Singapura. Menurut Shanmugam, seteleh diselidiki, remaja tersebut sering mendengarkan ceramah UAS di YouTube dan beranggapan dan percaya, jika dirinya berjuang untuk ISIS dan melakukan bom bunuh diri, maka ia akan menjadi martir. Shanmugam beranggapan, pernyataan remaja tersebut merupakan salah satu contoh konsekuensi dari ceramah yang disampaikan UAS di YouTube. "Jadi Anda bisa lihat, khotbah Somad memiliki konsekuensi dunia nyata," kata Shanmugam. 4. UAS Sebut Non-Muslim Kafir Shanmugam juga mempersoalkan pernyataan UAS yang kerap menyinggung agama lain, seperti menyebut Kristen dan non-Muslim sebagai kafir. Menurut dia, istilah tersebut dapat berpotensi menyulut perpecahan dan menganjurkan kekerasan antarumat beragama. "Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan perpecahan. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura," demikian katanya. Sebagai informasi tambahan, di akun Intagramnya UAS mengatakan jika dirinya datang ke Singapura karena ingin berlibur dan mengunjungi berbagai tempat objek wisata. Dia ingin menikmati kuliner, menginap dan belanja untuk kebaikan ekonomi Singapura. Namun sayangnya ia kecewa karena ditolak masuk Singapura. "UAS ke Singapura ingin berlibur. Akan kunjungi berbagai tempat objek wisata, akan makan, menginap, belanja, mengeluarkan dana untuk kebaikan ekonomi Singapura. Tapi Singapura ternyata tolak UAS," tulis UAS di akun Instagram. UAS mengatakan jika dirinya enggan pergi lagi ke Singapura dan menghabiskan banyak uang di sana. Ia pun mengimbau masyarkat agar menggunakan uangnya untuk wakaf dan membangun peasantren. "Hari ini kita barangkali tidak perlu gunakan uang kita untuk belanja ke Singapura," katanya, seraya mengajak masyarakat agar mengalihkan uang itu untuk wakaf, membangun pesantren. Kontributor Damayanti Kahyangan
0% found this document useful 0 votes559 views5 pagesOriginal TitleSoal Sejarah Xi_2Copyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes559 views5 pagesSoal Sejarah Xi - 2Original TitleSoal Sejarah Xi_2Jump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen mengatakan Rabu 09/12 di Washington, bahaya militansi Islam "jelas ada dan hadir" di Asia. Ancaman terutama muncul dari kelompok-kelompok militan yang berikrar mendukung ISIS dan mendirikan Negara Islam sesuai pandangan mereka di kawasan Asia. Untuk menghadapi ancaman ini, Singapura tzelah menandatangani kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat yang mencakup berbagai upaya penanggulangan jaringan internasional militan Islam dan tukar-menukar data intelijen. Menteri Pertahanan Singapura itu menyatakan, tukar-menukar data intelijen adalah kunci utama menangani masalah anti teror Indonesia dalam latihanFoto picture-alliance/ANN "Kami melihat ancaman para teroris ekstremis ini jelas-jelas sebagai bahaya yang hadir di wilayah kami, "katanya dalam sebuah seminar keamanan di Washington, Amerika Serikat. Ng Eng Hen selanjutnya mengatakan, dalam tiga tahun terakhir jumlah simpatisan ISIS sudah melampaui jumlah pendukung jaringan teror Al Qaeda, yang pernah memiliki pengaruh kuat selama satu dekade, namun pamornya makin turun setelah terbunuhnya pemimpin mereka, Osama Bin Laden dalam serangan pasukan elit Amerika Serikat ke tempat persembunyiannya di Pakistan. Dia juga mengatakan, Indonesia telah melaporkan bahwa sudah lebih dari 500 warganya yang pergi ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS, dari Malaysia ada 150 orang, termasuk beberapa bekas anggota militer. Dari Singapura ada beberapa orang yang berangkat ke anti teror Indonesia di Aceh 2005Foto picture-alliance/dpa Dan para pejuang itu telah kembali dan membuat ikrar kesetiaan pada ISIS dan mengobarkan misi untuk membentuk Negara Islam di berbagai kawasan dunia, "kata Ng Eng Hen. Mereka punya simpatisan, mereka punya anggota bersenjata yang terlatih, punya motivasi tinggi dan sarana, dan mereka punya visi bersama. Kita harus menanggapi ancaman ini dengan sangat serius dan hati-hati." "Dia selanjutnya mengungkapkan, anggota njaringan militan Jemaah Islamiyah JI, yang merencanakan serangan bom di Singapura pada awa 2000, juga telah membuat ikrar setia kepada ISIS, demikian juga kelompok Abu Sayyaf di Imron, pelaku Bom Bali 2002, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidupFoto dapd "Banyak anggota Jemaah Islamiyah yang berhasil kami tangkap, yang merencanakan operasi, masih hidup dan sebentar lagi mungkin akan dibebaskan dari tahanan, dan mereka masih punya hubungan dekat dengan jaringan Jemaah Islamiyah, "katanya. hp/rn rtr, afp
- “Orang Thailand telah membicarakan soal kanal Kra atau jembatan Kra. Jadi PSA Port of Singapore Authority harus melihat situasi ini secara baik-baik, dan jangan sampai kita kehilangan ladang bisnis kita.”Ucapan Perdana Menteri PM Singapura Lee Hsien Loong ini tercetus salam sebuah pidato kenegaraan di depan parlemen yang berjudul “Singapore is Opportunity” pada 19 Januari 2005 silam. Kekhawatiran Singapura ini bukan hanya rekaan PM Lee pada 10 tahun lalu. Lee sejak jauh-jauh hari mengingatkan soal pengalaman Bahrain yang empat-lima dekade lalu sempat menjadi hub atau pusat transit penerbangan dari Asia ke Eropa atau sebaliknya. Namun, semenjak ada pesawat jumbo, penerbangan Asia-Eropa tak perlu transit, dan Bahrain pun runtuh sebagai pusat transit penerbangan di Timur Tengah. Pengalaman yang menohok juga dialami oleh kota pelabuhan Valparaiso yang berjaya sebelum memasuki abad ke-20. Kota pelabuhan di Chili ini jadi persinggahan kapal-kapal dari pesisir pantai Amerika Barat yang harus memutari benua Amerika sebelum ke Eropa. Kejayaan kota ini akhirnya berakhir setelah dibangun Terusan Panama pada 1914. Pengalaman ini membuat Singapura benar-benar waspada, yang selama ini ekonominya bergantung pada sektor world factbook CIA, ekonomi Singapura bergantung pada jasa dan industri, masing-masing mengambil porsi terhadap ekonomi GDP, 76,2 persen dan 23,8 persen. Sumbangan tenaga kerja sektor jasa mengambil porsi hingga 83,9 persen, disusul industri 14,8 persen, dan agrikultur 1,3 itu, berdasarkan data kontribusi sektor jasa Singapura, antara lain jasa keuangan dan asuransi menyumbang 12 persen, sektor transportasi dan inventori menyumbang 7 persen, selebihnya jasa lainnya seperti pariwisata hingga perdagangan. Artinya sektor jasa keuangan dan jasa transportasi terkait pelabuhan menyumbang hampir 20 persen ekonomi Singapura. Bila kedua sektor jasa ini “lepas” maka malapetaka bagi ekonomi dari dua jasa vital Singapura ini sedang dibayang-bayangi negeri tetangga. Pertama yang sudah di depan mata Singapura, yaitu kebijakan amnesti pajak yang sedang ditabuh keras-keras oleh Indonesia. Kedua, proyek Terusan Kra atau Kra Canal di Thailand, akan mempersingkat pelayaran di Asia-Eropa. Bila proyek ini sukses, sangat tak muskil bagi kapal-kapal yang selama ini singgah di Singapura berpindah ke Thailand karena lebih menghemat jarak dan dari Kanal BaruGagasan membangun kanal atau terusan di Kra Thailand Selatan seperti terusan Suez dan Panama bukan hal baru bagi Thailand. Ide ini sudah ada sejak abad ke-17, jauh sebelum Singapura lahir sebagai pelabuhan utama di Asia Tenggara. Gagasan kanal ini awalnya dibangun oleh raja Thailand dalam rangka perang dengan Birma, pada waktu itu pertimbangannya lebih aspek keamanan daripada ide usang ini sempat kembali muncul lagi pada empat dasawarsa lalu saat pendiri Thai Oil Refinery PLC Chow Chowkwanyun menggagas ulang. Upaya studi proyek kanal ini juga terjadi saat Perdana Menteri Thaksin berkuasa, tapi proyek ini mentah lagi karena masalah dana dan tergulingnya adik perempuan Thaksin, Perdana Menteri Yingluck Shinawatra pada Mei 2014 yang kemudian digantikan Pemimpin junta Thailand Prayuth Chan-ocha, gagasan pembangunan Terusan Kra muncul tapi bukan dari pemerintah. Investor Cina termasuk yang berambisi mendanai mega proyek yang akan menjadi bagian dari jalur sutra ini. Tahun lalu sempat ada kabar bahwa mantan PM Thailand Chavalit Yongchaiyudh yang pernah berkuasa akhir 1990-an ingin mewujudkan proyek kanal senilai 28 miliar dolar Thailand ada pro dan kontra terkait pembangunan kanal sepanjang 100 km ini. Bagi yang mendorong kanal, beralasan selama ini jalur pelayaran Singapura yang melintasi Selat Malaka yang rawan dengan bajak laut. Setiap tahun ada sekitar 200 kapal kena serangan pembajak. Secara kapasitas, Selat Malaka sudah penuh Malaysia Maritime Institute, dikutip dari Selat Malaka dilewati lebih dari kapal per tahun. Kepadatan lalu lintas laut ini diprediksi akan semakin penuh hingga 15 tahun mendatang. Sehingga gagasan lama tentang kanal Kra layak dipertimbangkan. Apalagi dengan adanya kanal ini, kapal-kapal dari Cina ke Timur Tengah atau Eropa akan berlayar lebih pendek, bisa memangkas jarak Km atau setara menghemat 72 jam kanal tak hanya soal mempersingkat jarak dan waktu. Sebuah terusan juga sebagai sumber keuangan sebuah negara, Kiel Canal di Jerman bagian utara mampu menghasilkan pendapatan 2 miliar dolar AS, Panama Canal juga menghasilkan pendapatan yang sama. Kanal juga bisa mendorong keberadaan industri di sekitarnya. Bila jadi, pembangunan kanal Kra butuh waktu hingga 10 Singapura, termasuk yang tak rela proyek ini terealisasi, bahkan mencoba meredamnya sejak puluhan tahun lalu. Media Thediplomat menulis tentang artikel 7 pada 1946 dalam Anglo-Thai Treaty yang isinya tentang perjanjian bahwa kerajaan Siam tak boleh membangun kanal yang menghubungkan Samudera Hindia dan Teluk Siam tanpa persetujuan pemerintah Inggris pada waktu itu. Saat ini, masalah kanal memang isu yang seksi di Thailand, termasuk sempat menjadi pembahasan media termasuk di Singapura. mengutip Dr Li Zhenfu dari Dalian Maritime University, Cina yang memperkirakan dampak terhadap Singapura mungkin tak signifikan bila kanal Kra jadi dibangun di masa mendatang.“Menghemat jarak memang penting tapi kapal harus mempertimbangkan layanan dan fasilitas yang baik. Pondasi dan reputasi yang telah dibangun Singapura tidak bisa ditiru dengan waktu singkat,” kata itu, Thailand yang masih di bawah rezim militer sangat mementingkan aspek keamanan, apalagi rencana lokasi kanal berada di Thailand Selatan yang rawan konflik. Pada Januari 2016, PM Prayut Chan-ocha menegaskan tak memprioritaskan proyek kanal di masa sekarang. Artinya, Singapura masih bernapas lega. Namun, di masa mendatang, peta politik Thailand bisa saja berubah, dan bisa mengubah segalanya. Saat kepentingan suatu negara terhadap ekonomi tak terelakan kanal baru di abad 21 di Thailand suatu keniscayaan. Apalagi jalur pelayaran Selat Malaka melayani 40 persen perdagangan dunia. Proyek kanal Thailand memang belum terealisasi, tapi di masa mendatang, proyek ini bisa membawa Singapura seperti Chili yang kehilangan kota pelabuhannya. Kini, masalah besar itu sedang dihadapi Singapura, yang datang dari Indonesia, bernama tax Uang BalikSektor keuangan memang hanya menyumbang 7 persen dari GDP Singapura sekitar 292 miliar dolar AS pada tahun lalu. Sektor keuangan ini bersumber dari jasa perbankan swasta yang ada di Singapura. Fortune pernah menulis nilai aset yang dikelola oleh perbankan Singapura mencapai 470 miliar dolar AS. Sedangkan nilai kekayaan orang Indonesia yang tersimpan dalam perbankan swasta Singapura sekitar 200 miliar dolar atau sekitar 42 persennya. Jumlah ini tak beda jauh dengan perkiraan Gubernur Bank Indonesia BI Agus Martowardojo menyebutkan perkiraan sejak meluncur Juli lalu, kebijakan amnesti pajak diperkirakan tak akan mampu menarik seluruhnya uang-uang orang Indonesia di Singapura. Uangnya yang keluar dari Singapura diperkirakan hanya 30 miliar dolar, masih jauh dari perkiraan pemerintah sekitar 76 miliar dolar atau BI sekitar 42 miliar dolar, tulis boleh-boleh saja, tapi kenyataannya berdasarkan realisasi dana yang dideklarasikan lewat tax amnesty dari luar negeri, terbukti paling banyak datang dari Singapura. Hingga 6 September 2016 sudah mencapai 85,4 persen. Padahal hingga 20 Agustus, porsinya masih 82,7 pajak sempat menjadi isu liar ketika kabar soal kriminalisasi, yang dikaitkan dengan upaya pelaporan transaksi mencurigakan atau Suspicious Transaction Report STR, yang mengacu pada ketentuan Financial Action Task Force FATF oleh perbankan setempat. Namun hal ini buru-buru disanggah oleh otoritas moneter Singapura, Monetary Authority of Singapore MAS. Sikap Singapura begitu hati-hati dalam merespons amnesti pajak. Ini sekaligus menunjukkan dua wajah Singapura yang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bergerak cepat meminta klarifikasi. Mantan petinggi Bank Dunia ini menegaskan amnesti pajak bukan kebijakan ilegal. Sri Mulyani mengimbau WNI yang berdomisili atau menyimpan asetnya di Singapura untuk tidak takut mengikuti pengampunan pajak."Warga Negara Indonesia yang memiliki account rekening di Singapura dan mau mengikuti tax amnesty tidak termasuk dalam kategori transaksi yang dicurigai di dalam rangka money laundering," tutur Sri Mulyani dikutip dari sangat wajar khawatir, hal sekecil apapun adalah ancaman bagi kepentingan negara mereka. Kepentingan negara jadi satu-satunya pegangan setiap negara di dunia termasuk untuk Singapura. Hanya waktu yang membuktikan apakah tetangga kita ini bisa mengalami hal yang sama dengan Bahrain atau Chili. Namun kembali mengutip PM Lee, Singapura tak akan menyerah begitu saja.“Tapi Bahrain tidak terpuruk karena mereka menemukan jati diri mereka lagi sebagai pusat layanan keuangan, rekreasi, dan hiburan di Timur Tengah.” - Ekonomi Reporter SuhendraPenulis SuhendraEditor Nurul Qomariyah Pramisti
adanya ancaman serangan inggris secara besar besaran dari singapura membuat